Kamu tahu? Bukan hal yang mudah bagi seorang ayah menerima kenyataan bahwa gadis kecil yang dulu merengek di pangkuannya, yang menangis minta diajak kemanapun, yang sabar berdiri di depan pintu menunggunya pulang kerja, kini telah menjadi sosok wanita dewasa.
Bukan hal yang mudah bagi ayah mempercayakan gadisnya kepada pria asing, gadis yang ia didik dengan kasih sayang, yang ia besarkan penuh cinta.
Bukan hal yang mudah bagi ayah untuk merelakan bakti anak gadisnya terbagi, tidak lagi terfokus pada keluarga, pada ayah, bunda, pada kakak, adik dan saudara saudaranya. Bakti anak gadisnya akan tertumpu pada suaminya, pada keluarga dari pihak besannya, lagi lagi mereka mungkin adalah orang asing bagi beliau.
Pelan tapi pasti, telah kukabarkan perihal kamu kepadanya. Perihal kedatanganmu yang mungkin akan terkesan tiba tiba, perihal pengkhitbahanmu yang mungkin tak pernah kami duga waktunya.
Kukatakan kepada ayah, jikalah kamu adalah pria yang baik agamanya maka terima, tanpa harus bertanya aku jatuh cinta atau tidak. Karena bersamamu aku yakin akan bahagia, karena bersamamu semakin teranglah jalan menuju surga.
Kumohonkan kepada ayah, untuk tidak fokus bertanya perihal dunia kepadamu, jangan hanya bertanya tentang seberapa banyak hafalanmu surat dan haditsmu, tapi tanyakan juga seberapa sering engkau sholat berjamaah? Seberapa baik perlakuanmu terhadap orang tuamu? Saudaramu?
Bukan hanya seberapa besar gajimu tapi juga halal dan haramnya, lalu bagaimana caramu membersihkan rizki yang selama ini engkau dapat?
Kuingatkan kepada ayah, untuk tidak memberatkanmu dengan persyaratan yang susah, resepsi mewah dan mahar wah, yang penting sah. Ku ingatkan kepada ayah bahwa biarlah engkau meminangku sesuai kemampuanmu asal nyunnah, tanpa peduli gengsi, tanpa harus keki, cukup segerakan dan sederhanakan.
Kubisikan kepada ayah, bahwa siap atau tidak siap, kelak ia harus menyerahkanku kepadamu. Ia harus menjadi sosok raja yang bijak yang dengan lapang dada menitipkan putrinya pada sang ksatria.
Kubisikan kepada ayah bahwa aku mencintainya, kumohonkan agar ayah menganggap dan memperlakukanmu selayak putra kandungnya.

No comments: