Sayang, Istrimu Seorang Penakut


Bukankah pernah kukatakan, wanita adalah makhluk pencemburu dan peragu sekaligus? Sayang, bahkan sehari sebelum akad itu berlangsung aku masih bertanya dalam hati, benarkah aku orangnya? yang kau pilih dari sekian banyak wanita di sekelilingmu. Tidakkah nanti kau akan menyesal? Mencoba mencari tambatan yang lain selainku?

Benar, ketakutan itu muncul lagi ketika semakin lama kulihat di cermin wajahku tak se ayu dulu, mungkin terasapi uap masakan yang kuhidangkan untukmu. Badanku tak se aduhai dulu, tak sempat perawatan ke salon, demi mengurus suami tercinta dan ayah ibu mertua yang mulai renta.

Terlebih saat aku kepo pada akun sosial mediamu,

"Bi, ada perempuan yang komen di status Hubby yang terbaru loh" sindirku.

"Oh, itu teman masa SMA, han."

"Cantik ya? kelihatan masih lajangnya."lanjutku.

Saat itu yang terlintas di benakmu mungkin bingung, ini istriku apa apaan sih? kekanak kanakan atau malah merasa gak penting banget yang seperti itu saja dibahas.

Namun tahukah? Andainya kau bisa membaca perasaanku, betapa aku takut engkau akan tergoda olehnya. Andainya engkau dengar do'aku setelah kejadian itu,"Ya Allah jagalah pandangan suamiku. Tundukkanlah, tundukanlah."

Sayang, sesungguhnya istrimu adalah seorang penakut. Maka janganlah kau ubah tatapan mesra saat padaku pertama kau jatuh cinta, jangan berhenti memuji meski aku tahu pujian itu hanya penghias bibir semata yang jauh dari kenyataannya.

Namun hanya dengan begitu aku merasa masih dicintai masih dihargai, masih diperlukan, masih merasa jadi rumah ternyaman untukmu pulang.

Sayang, Istrimu Seorang Penakut Sayang, Istrimu Seorang Penakut Reviewed by Hanum on January 22, 2017 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.