Muslim Myanmar

Hasil kepo hari ini sama Imale (panggilan kepada adik perempuan dalam bahasa Myanmar), dia adalah salah satu teman di tempat kerjaku. Sebuah percakapan tentang bagaimana kehidupan seorang muslim di Myanmar? Bukan, ini bukan tentang Rohingya, karena sebenarnya Rohingya sendiri tidak diakui sebagai bagian dari mereka. Saya benar benar bertanya tentang warga Myanmar asli sebagai muslim.

Di Myanmar juga ada muslim yang hidup damai di tengah masyarakat, mempunyai kekuatan hukum yang sama, tidak boleh diperangi apalagi dibunuh. Anak anaknya boleh bersekolah seperti anak anak lain, sekitar pukul 9 saat teman temannya sembahyang berjamaah, ia berdiam diri di kelas. Tidak ada pemaksaan mengikuti ibadah sama sekali.

Hanya saja mereka tidak boleh mendirikan rumah ibadah (Masjid dalam ukuran besar), di kota hanya ada surau surau kecil sementara di desa mereka hanya diperbolehkan shalat di rumahnya. Perbandingan muslim di satu desa hanya sekitar 4-5 rumah saja.

Tentang jilbab, hanya di kota besar yang bebas mengenakannya, di desa mereka hanya berjilbab setahun sekali pas hari raya. "Itu dilarang atau mereka yang tidak mau?" tanyaku. Imale hanya diam tak memberi jawaban. Baik, saya tidak boleh memaksa.

Lanjut, imale bilang jika saya menikah dengan pria Myanmar, saya tidak boleh masuk ke wilayah Myanmar, tapi si pria boleh pergi ke Indonesia. Kecuali jika saya bersedia mengikuti keyakinan mereka. Ah tidak, terimakasih Imale. Saya bangga jadi muslimah. Saya masih suka produk lokal asal tanah Sunda. Saya ingin memperbanyak keturunan Sunda dan tidak akan membiarkan mereka punah. ahahaha.

Muslim Myanmar Muslim Myanmar Reviewed by Hanum on January 22, 2017 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.