Kau tawarkan keindahan cinta dalam ikatan ketidak halalan, berjanji takkan menyentuhku barang secuil. Sungguh terenyuh rasa hati, lantas haruskah ku iyakan? Tidak. Aku tidak mau.
Hanya ingin menjagaku dari godaan buaya darat, katamu. Tunggu... Tunggu.. Apa kau sedang membookingku Tuan? Kau sedang membooking anak gadis orang? Kau lupa bahwa dirimu juga manusia, adakalanya lalai tuan. Maka sejauh ini cukuplah Allah sebaik baiknya penjagaku.
"Kamu terlalu baik, takut jatuh ke tangan pria yang salah" Alasanmu kemudian. Ah terimakasih, aku tak sebaik yang Tuan kira. Lantas pada titik mana Tuan merasa menjadi pria yang paling tepat untuk mendampingiku?
Tuan, kau tidak perlu sebegitu mengkhawatirkanku. Aku akan baik baik saja dengan atau tanpa adanya kamu. Aku akan baik baik saja dalam dekapan Rabbku. Andainya tiada garis jodoh diantara kita, mudahkah bagi Tuan menerima kenyataan. Bahwa ternyata wanita yang selama ini Tuan jaga adalah jodoh orang lain?

😂😂😂 "ngebooking anak orang." Keren banget 😁Soale aq juga ngalamin sebelum nikah. Itu bener2 butuh istikhiroh.
ReplyDeleteBahasanya lugas tapi jelas arahnya. Sistematis alurnya. Saya suka saya suka. 👍👍👍 sebeles jempol saya kasih sama pinjem punya tetangga.
"Aku akan baik-baik saja dengan atau tanpa adanya kamu. Aku akan baik-baik saja dalam dekapan Rabbku" sukak.. jawaban yg 👍 untuk org yg sok pendekar..
ReplyDelete