Dewasa kini, banyak wanita yang salah pilih. Menikahi pria yang hanya pandai ilmu agamanya saja, yang hanya pandai berargumen, berdebat tapi paling buruk adabnya, paling minim pengamalannya. Hingga setelah resmi, ia kecewa karena suami berbuat sekehendak hati.
Allahi, bagaimana bisa itu terjadi. Seorang gadis yang tak pernah kau lahirkan, tak kau bimbing dia sejak kecil, tak kau temani tumbuh kembangnya hingga menjelma menjadi wanita dewasa yang mempesona.
Lantas kau ambil dia dari kedua orang tuanya, dari saudaranya, keluarganya, dari orang yang ia sayangi dan menyayanginya hanya untuk mengabdi kepada sosok manusia seorang, kau saja. Sebegitu tega akan kau perlakukan dia semena mena?
"Biar saja. Dia mencintaiku kok." katamu. Alahay, jangan merasa diri dicintai lantas bisa menjadi jadi karena wanita juga punya hati. Kau lupa atau pura pura lupa? Mari saya jelaskan, mungkin sebelum sampai pengkhitbahanmu kepadanya. Banyak pria di luar sana yang bermimpi bisa bersanding bersama.
Pria pria yang harus mengubur kehendaknya meminang, yang menutup segala do'a dan harapan, yang bergerak mundur selangkah demi selangkah mengikhlaskan ketika sadar bahwa yang dipilih bukanlah mereka tapi kau. Ya, kau. Pada akhirnya dia menjatuhkan pilihannya kepadamu.
Karena apa? Karena dia yakin kau bisa menjadi imam yang baik, memimpin lebih baik sebagaimana mereka memimpin. Kau bisa menggantikan perlindungan ayahnya, dekap hangat ibunya, kasih sayang saudaranya. Karena dia pikir saat bersamamu surga akan terasa selangkah lebih dekat.
Wahai kau, yang merasa diri tampan nan menawan. Yang merasa diri telah sholeh. Laki laki terbaik di sisi Rasul adalah yang paling baik perlakuannya pada perempuan.
“Sebaik-baik kalian, (adalah) yang sikapnya paling baik terhadap perempuan- perempuan mereka (sendiri).” (HR. Tirmidzi)
Bila salah tegurlah baik baik, bila kau kecewa jangan sesekali meninggikan suara, bila tak ridho jangan jadikan alasan meringankan tanganmu untuk memukul, untuk menampar. Saat kau membuatnya kecewa dan tak nyaman lagi berada di sisimu. Kau mungkin lupa bahwa lelaki baik bukan cuma kamu saja.

No comments: