Aku pernah mengejar hingga merasa, apa itu lelah. Ia terus berlari hingga terlupa bahwa maratonku sudah berhenti di jauh hari. Hati ingin menanti tapi logika berkata, "Jangan sibukkan diri dengan sesuatu yang belum pasti."
Di sepertiga malam kulantunkan do'a agar dapat menjatuhkan cinta pada yang halal saja. Namun jika akhirnya kucinta kau sepenuh ruang, percayalah perihal rasa bukan hal yang mudah untuk dikendalikan.
Dalam senyap suaraku ada gemuruh dalam dada, lafadz asmara telah kulangitkan sebelum bisiknya sampai ke telingamu. Ada kewaspadaan, agar tak patah dengan alasan yang sama untuk kali kesekian. Kau tak perlu memaksa paham tentang hal hal yang belum bisa aku jelaskan.
Ingin kurahasiakan engkau hingga gema semesta menggemparkan penduduknya dengan kabar bahwa satu lagi tulang rusuk yang hilang telah berjumpa dengan pemiliknya.
Ipoh,
Embun menguap ke udara, membawa serta sesak hembus rinduku.

No comments: