Suatu hari seorang anak bertanya kepada bundanya, "Bun, emang benar ya Allah itu ada di segala tempat?"
Bundanya hanya tersenyum lalu balik bertanya, "Siapa yang bilang dek?"
"Temen dedek di sekolah."
"Allahu, hehe." Sang bunda langsung mengelus pundak anaknya untuk lanjut menjelaskan. "Begini sayang, apa pendapat dedek tentang toilet?"
"Jorok, Bun."
"Apa kata Allah tentang toilet?"
"Rumahnya setan."
"Apa dedek yakin Allah ada di tempat yang jorok lagi bersemayam bersama setan setan?" pertanyaan bundanya hanya dijawab dengan gelengan pelan.
"Apa menurut dede tentang kotoran hewan?"
"Jijik, Bun."
"Kata Allah tentang babi?
"Haram, Bund."
"Apa dedek yakin Allah sedang bersemayam di kandang babi yang mana di dalamnya ada banyak babi serta kotorannya?" lagi lagi si anak menggeleng pelan. Setelah itu Bunda kembali tersenyum lantas mengambil AlQur'an dan terjemahannya di atas lemari.
"Coba dedek buka Surat Al-A’raf ayat 54, Yunus ayat 3, Ar-Ra’d ayat 2, Al-Furqan ayat 59, As-Sajdah ayat 4 dan Al-Hadid ayat 4 lalu adakah persamaan di antaranya?" perintah sang Bunda. Pelan pelan anaknya membuka satu persatu ayat yang ditunjuk lalu mengamati dengan seksama.
Beberapa saat kemudian, "Ada bun"
"Apa?
"Tsumaas tawaa alal arsy"
"Na'am, kemudian Dia berada di atas Arsy. Pertanyaan dedek sudah Allah jawab sendiri dalam firman-Nya."
"Berarti Allah gak berada di sini sekarang bersama kita Bun?"
"Kenapa harus menyamakan Allah dengan makhluknya sayang? Sekalipun dia Bersemayam di Arsy-Nya dia berkuasa untuk mendengar percakapan kita dan seluruh percakapan di alam semesta dari jarak yang paling jauh sekalipun. Dia juga mampu melihat kita dan seluruh perbuatan makhlukNya dari persembunyian sebaik apapun."
"Allahu Akbar. Arsy itu apa Bun?
"KursiNya Allah, singgasana-Nya."
"Mirip yang di tv ya Bun? Semacam singgasana para raja?"
"No no no, Lebih megah dari apa yang bisa mereka gambarkan, lebih indah dari apa yang bisa dedek bayangkan. Bahkan penjelasan apapun yang Bunda berikan tidak akan bisa mewakili betapa luaaaaarbiasa singgasanaNya Allah."
Tiba tiba si anak diam sejenak, menatap wajah bundanya. pandangannya mulai terlihat takjub.
"Kenapa sayang?"
"Suatu hari jika dedek bertemu Allah, dedek mau minta ijin."
"Untuk apa?"
"Untuk diperkenankan sekali saja melihat singgasanaNya."
"Masya Allah..." Si Bunda memeluk anaknya hangat dengan mata berkaca kaca dan doa setulus jiwa dalam hatinya.
#Tauhid #Tauhidparenting #Parentinggoals

No comments: