"Yah, tahu gak? kemarin dedek bilang sama bunda jika suatu hari ketemu Allah, dedek mau minta ijin lihat singgasana-Nya." ujar dedek bermanja manja pada ayahnya.
"Insya Allah, aamiin." Ayah tersenyum dengan setulus hati.
"Eh tapi, gimana caranya dedek tahu kalau itu Allah? Allah itu seperti apa sih Yah biar kalau nanti ketemu, dedek kenal?"
"mmm, gimana ya dek?" Ayah mengerutkan kening.
"Laki laki atau perempuan yah? tinggi apa pendek?"
"Ahaha. Tidak sayang, tidak seperti itu. Ingat, kita tidak boleh menyamakan Sang Pencipta dengan makhluknya."
"iya, yah. Maaf. Kemarin bunda juga bilang seperti itu. lalu....?"
"Ayah cuma bingung dek, Allah berfirman dalam surat Al-ikhlas ayat pertama, Qulhu Allahu Ahad. Sesungguhnya Dia-lah Allah yang tunggal. Tidak ada yang bisa menyamai-Nya, tidak ada bentuk yang bisa melukiskan-Nya dan tidak ada dzat yang mampu serupa dengan-Nya. Benar benar Dia-lah Allah yang satu."
"Terus gimana yah?" dedek hampir menangis.
"Loh kenapa?"
"Dedek takut gak mengenali Allah."
"Allah punya tiga belas sifat lengkap dengan sembilan puluh sembilan nama-Nya sayang maka pelajarilah. Jika dedek melihat betapa tingginya langit maka yang menciptakanNya jelas jauh lebih tinggi. Jika dedek melihat betapa luasnya semesta, nah apalagi yang menciptakannya. Jika dedek merasa betapa luarbiasanya susunan galaksi, perhitungan orbitnya, susunan bintang bintang yang mengelilinginya maka..."
"Yang menciptakannya jelas lebih luaaaaaarbiasa daripada itu ya, yah." dedek menirukan suara bundanya saat mengucapkan luarbiasa.
Ayah manggut manggut sambil mengusap pipi dedek, "Anak pintar."
"Yah, tapi nanti dedek gak mau ah ketemu Allah sendiri. Kita akan terus sama sama kan yah? Ayah, Bunda dan Dedek. Kita akan sama sama ketemu Allah kan, Yah?" Dedek memeluk ayahnya.
"Insya Allah."
#tauhid #tauhidparenting #parentinggoals

No comments: